DPD I Golkar Desak JK Jadi Cawapres
INILAH.COM, Jakarta – Pencapresan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla pada Rapimnassus 23 April lalu dianulir. Sebab DPD I Partai Golkar juga meminta agar JK juga membuka opsi menjadi cawapres.
Menurut Ketua DPP Partai Golkar, Zainal Bintang rapat tertutup 33 DPD I Partai Golkar dengan Ketua Umum Jusuf Kalla, pada Minggu (26/4) malam di Kantor DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta, telah merubah hasil keputusan Rapimnassus 23 April lalu secara sepihak dan semena-mena.
Selengkapnya di INILAH.COM, 27/04/2009 – 09:03
Puan Layak Dampingi JK

INILAH.COM, Padang – Kapasatias Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan Puan Maharani ternyata cukup menjanjikan. Karenanya, putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri itu dinilai layak mendampingi capres Partai Golkar Jusuf Kalla.
“Jika koalisi Partai Golkar-PDIP terjadi dan mengarah kepada pembicaraan capres dan cawapres. Puan Maharani bisa sebagai cawapres pendamping JK dan bisa kuat dalam persaingan Pilpres mendatang,” ujar pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar, Damsar, di Padang, Minggu (26/4).
Selengkapnya di INILAH.COM, 27/04/2009 – 04:24
JK Lapor Kegiatannya di DPP
INILAH.COM, Jakarta – Mepetnya tenggat waktu jelang pemilu presiden membuat Partai Golkar kerap melakukan rapat. Apalagi, belakangan ini komunikasi politik gencar dilakukan Ketua Umum Jusuf Kalla.
“Tadi Ketua Umum melaporkan pelaksanaan mandat untuk berkomunikasi dengan partai lain,” kata Sekjen Partai Golkar Sumarsono usai rapat di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Minggu (26/4) malam.
Selengkapnya di INILAH.COM, 27/04/2009 – 00:00
JK – Prabowo Belum Bicara Detail Koalisi
INILAH.COM, Jakarta – Pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Pabowo Subianto dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, di Posko Slipi 2, Jakarta, Minggu (26/4), selesai digelar pukul 11.40 WIB. Namun, keduanya ternyata belum membicarakan hal yang spesifik mengenai koalisi.
Setidaknya hal itu seperti diakui JK. Menurutnya, mereka baru berdiskusi dengan Prabowo mengeai banyak hal bagi bangsa. Khususnya membangun pemerintahan yang kuat.
“Sudah tentu, kita ingin jalankan ekonomi kerakyatan. Ini pembicaraan tahap awal. Pasti akan ditindaklanjuti pembicaraan lebih lanjut yang menguntungkan hubungan lebih baik antara Golkar dengan Gerindra. Itulah yang kita bicarakan,” papar JK.
JK tidak menegaskan apakah pertemuan tadi mengarah pada koalisi, karena baru sebatas pembicaraan awal. Sehingga, pada waktunya akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut.
“Tentu setiap pembicaraan arahnya bagaimana membangun kebersamaan dan tentunya membangun koalisi pada arahnya. Dalam suatu pembicaraan, baik untuk menghadapi pilpres ke depan ataupun koalisi yang lebih besar dalam pemerintahan ataupun di DPR yang akan datang,” urai JK lagi.
Saat didesak apakah sudah ditetapkan pasangan JK-Prabowo dalam pertemuan itu, JK menjawab belum membicarakan detailnya seperti apa. “Itu, setiap pembicaraa selalu kita mulai dengan kesamaan dan membangun fondasi yang kuat. Jadi belum kita bicarakan secara spesifik,” katanya.
Sementara Prabowo mengaku menemukan kesamaan dan persamaan pandangan dalam menata bangsa ke depan. “Kami sepakat dalam waktu dekat meneruskan pembicaraan-pembicaraan lebih intensif untuk mencari bentuk kesamaan lebih baik demi bangsa dan negara,” ucapnya seraya menaiki mobil Toyota Land Cruiser putih B 17 PSD yang membawanya pergi. [nuz]
Selengkapnya di INILAH,COM, 26/04/2009 – 12:11
JK-Wiranto Solusi Hadapi SBY
INILAH.COM, Jakarta – Kemenangan telak Partai Demokrat pada Pemilu Legislatif 2009 tidak boleh dipandang sebelah mata oleh kompetitornya. Termasuk Jusuf kalla dan Megawati Soekarnoputri.
Jusuf kalla dan Megawati diprediksi tidak akan mampu melakuakan head to head secara langsung dengan SBY. Apalagi mengalahkannya dalam Pilpres pada Juli mendatang dalam satu kali putaran.
Selengkapnya di INLAH.COM, 26/04/2009 – 07:43
JK-Mega Harus Pecah Suara SBY
INILAH.COM, Jakarta – Menghadapi SBY di Pilpres 2009 bukanlah hal mudah. Para lawan politik SBY harus bisa membuat suara SBY pecah dengan membuat Pilpres berlangsung dua putaran.
Menurut Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan O Silalahi, bentuk kerjasama antara JK dan Mega memang harus dimulai
secepat mungkin. Namun hal itu bukan berarti mereka berdua harus bersatu dan berjalan bersama sebelum putaran II Pilpres.
“Pilpres ini saya perkirakan akan berlangsung dua putaran. JK dan Mega harus pisah pada putaran pertama, tetapi tetap kerja sama dalam bentuk lain,” kata Johan kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (25/4).
Selengkapnya di INILAH.COM, 26/04/2009 – 06:48
JK: Jadi Oposisi Itu Gampang
INILAH.COM, Jakarta – Meski tidak punya pengalaman menjadi oposisi, namun bukan berarti Partai Golkar takut menjadi oposan. Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla bahkan meyakinkan kadernya betapa mudahnya untuk menjadi oposisi.
“Jadi oposisi itu gampang. Cari kesalahannya. Hantam. Lalu keluar. Selesai,” ujar JK dalam pidatonya disambut tawa hadirin Rapimnassus Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/4).
Selengkapnya di INILAH.OM, 23/04/2009 – 11:24
JK-Mega Koalisi, Siapa Mengalah?

INILAH.COM, Jakarta – Pertemuan empat mata yang telah digelar Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri, Jumat (24/4) malam semakin menegaskan koalisi antara Partai Golkar dan PDIP. Namun, keduanya harus menurunkan ego masing-masing agar dapat tercapai tujuan untuk mengalahkan SBY atau memperkuat oposisi di parlemen.
Hal itu diungkapkan pengamat Politik LIPI M Nurhasim, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (24/4). Menurutnya, target pertama antara Golkar dengan PDIP adalah mengusung atau menetapkan koalisi.
“Nah, ini ada dua hal. Pertama, mengalahkan SBY untuk pilpres ke depan. Kedua, untuk menguatkan posisi di parlemen,” paparnya.
Selengkapnya di INILAH.COM, 25/04/2009 – 07:46
JK: Golkar Tak Ingin Direndahkan
INILAH.COM, Jakarta – DPP Partai Golkar memutuskan tali kasih dengan Partai Demokrat. Namun keputusan final ada dalam Rapimnassus. Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengingatkan partai beringin tidak ingin dianggap rendah.
“Dalam pembicaraan kemarin dengan salah satu partai, namun pembicaraan buntu, dan Golkar tidak ingin merendahkan diri,” kata JK saat membuka Rapimnassus Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (24/4).Selengkapmnya di INILAH.COM, 23/04/2009 – 11:09
‘Tanpa JK, SBY Kesulitan’
INILAH.COM, Jakarta – Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu legislatif tidak terlepas dari sumbangsih JK sebagai wakil presiden di kabinet Indonesia bersatu. Bila akhirnya kedua pemimpin ini berpisah, SBY dinilai akan kesulitan mengurus negara.
“Tentu sulit bagi SBY kalau JK ceraikan. Kemenangan Demokrat dan SBY ini kan tidak lepas dari kontribusi JK sebagai wapres,” kata pengamat politik UGM Ari Sujito kepada INILAH.COM di Jakarta , Kamis (23/4).
Selengkapnya di INILAH.COM, 23/04/2009 – 10:52